Selasa, 02 Desember 2014

Kriteria Dalam Menetapkan Masalah

Kriteria Dalam Menetapkan Masalah - Penilitian yang baik adalah penilitian yang memenuhi lima ciri utama yaitu menarik minat peneliti, bisa dikerjakan, jelas, berkontribusi terhadap ilmu  pengetahuan dalam kehidupan manusia, dan tidak menimbulkan kerusakan bagi alam, lingkungan, dan manusia. Dalam hal ini bisa disingkat dengan FITNES, feasible (kemampuan pelaksanaan), Interesting (menarik), Noveel (memberikan sesuatu yang baru), Ethical (etis), Signifikan. 

Masalah penelitian

Masalah penilitian mesti feasible karena berkaitan dengan mungkin tidaknya penilitian itu dilakukan. Aspek efesiensi merupakan salah satu dasar kriteria ini. Memberikan pertimbangan mungkin tidaknya sebuah masalah ditelti dari sisi si peniliti dan dari sisi faktor pendukung sebagai  berikut:  

Ditinjau dari dari peneliti :

  • Peneliti mesti mempunyai kemampuan untuk meneliti masalah itu, artinya menguasai materi yang melatarbelakangi masalah dan menguasai metode untuk memecahkannya.
  • Peniliti mempunyai waktu yang cakup sehingga tidak melakukannya asal selesai.
  • Peneliti mempunyai tenaga untuk melaksanakannya.
  • Peniliti mempunyai dana yang mencukupi.


Dari sisi tersedianya faktor pendukung:

  1. Tersedia dana sehingga pertanyaan dapaat dijawab, sebagai misal peniliti lain mengetahui bagaimanakah rasanya hidup didalam tanah, sedangkan untuk mecobanya seolah-olah tidak mungkin.
  2. Ada izin dari yang berwewenang. Banyak hal yang menarik untuk diteliti tetapi peniliti dibatasi oleh peraturan-peraturan, mungkin menyaangkut masalah politik, keamanan, ketertiban umum dan sebagainya


Masalah penilitian harus menarik (Interesting)untuk diteliti  bagi peniliti maupun bagi orang lain karena akan berdampak pada motivasi si sebaik mungkin, segala daya upaya akan ia lakukan untuk memecahkan masalah tersebut. 

Sebuah masalah penelitian juga mesti jelas (clear) karena masalah penilitian tidak hanya harus dipahami oleh si peniliti saja, tetapi juga oleh masyarakat banyak. Menambahkan agar sebelum melaksanakan penilitian, seorang peniliti melakukan studi literatur. Apabila dari studi literatu ternyata masalah yang akan diteliti sudah dilakukan orang laain dengan gamblang, maka sebaiknya dipertimbangkan lagi agaar penilitianya tidak sia-sia. Hal ini yang harus dilakukan adalaah mendiskussikan masalah yang akaan ditelitimya  dengaan teman sejawat atau berkonsultasi/meminta pendapat seorang atau beberapa orang yang dianggap ahli di dalam bidang yang akan ditelitinya. Hal ini untuk menghindari pengulaaan penilitian yang telah dilakukan penilitian lain. Dari sisi kejelasan masalah, daari berbagai sisi, antara lain memperhatikan defenisi dari kampus, kesepatan umum, jika perlu disertai dengan contoh konkret. Penjelasan inti masalah dalam suatu penilitian yang baik umumnya diungkapkan dengan definisi oprasional. 

Kriteria selanjutnya adalah Novel masalah harus membantah penemuan selanjutnya, melengkapi atau memperbaiki suatu penemuan sebelumnya, menemukan sesuatu yang baru, ada hubungannya dengan orisinalitas penelitian (orisinal Vs replikatif) penilitian replikatif bermanfaaat bila: memperbaiki atau menguji konsistensi 

Kriteria lai yang tidak kalah pentingnya adalah Significant. Kriteria ini mengacu pada kehaarusan bahwa sebuah penilitian mesti berkontribusi terhadap pengetahuan penting bagi manusia. Penilitian idealnya menjawab pertanyaan yang memajukan pengetaahuan dalam bidang yang diteliti, juga secara praktis penilitian itu meningkatkan kualitas kehidupan manusia. 
Kriteria selaanjutnya adalah etis (Ethical). Masalah mesti etis, pantas, layak, dan beradap untuk diteliti. Intinya, itu tidak menyebabkan kerusakan bagimanusia, alam, dan sosial. 

 

Ad Placement